Kombinasi Analisa Teknikal Dan Fundamental

Setelah sebelumya kita memahami tentang analisa teknikal dasar dan teknikal lanjut, serta mengerti tentang analisa fundamental dasar dan fundamental lanjut. Saatnya sekarang kita gabungkan dua ketrampilan itu menjadi sebuah sistem analisa kombinasi strategi trading yang cukup lengkap dan efektif.

Dalam melakukan analisa, para trader forex baik yang pro maupun amatir terbagi menjadi dua kubu berdasarkan dua jenis analisa yang sering mereka gunakan atau menjadi andalan.

Mereka yang fokus pada pergerakan harga dan memilih untuk cuek pada faktor lain memilih untuk menyempurnakan skill analisa teknikal.

Sebaliknya, kelompok trader lain yang lebih suka mempelajari data-data dan berita-berita ekonomi-moneter yang rilis secara berkala sebagai salah satu faktor penggerak pasar, akan lebih fokus pada analisa fundamental.

Tidak ada yang keliru dengan dua hal itu. Memilih fokus bahkan menjadi salah satu kunci kesuksesan trading anda. Karena itu ada baiknya anda sesuaikan dengan karakter dan sifat pribadi anda sendiri.

Para trader jangka pendek lebih suka menggunakan teknikal, sedang para trader jangka panjang akan lebih memilih analisa fundamental.

Dalam trading forex, analisa teknikal dan fundamental sama-sama bisa dipergunakan sebagai acuan strategi forex anda. Tidak peduli mana yang lebih anda prioritaskan, keduanya sama-sama membawa manfaat nyata.

Banyak trader dunia mengombinasikan kedua teknik analisa itu untuk menghasilkan sinyal untuk trading forex. Ada juga yang hanya berkonsentrasi pada satu metode analisa saja. Bisa dibilang metode/sistem analisa mana pun sebenarnya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Memang, dalam analisa teknikal berlaku ungkapan price action discounts everything. Para technicians/teknikalis (orang-orang yang murni hanya melakukan analisa teknikal) mempercayai hal itu dan mampu melakukan analisa dengan baik tanpa menghiraukan data fundamental sama sekali.

Namun ternyata tidak semua trader cukup percaya diri untuk menerima dan mengaplikasikan konsep itu secara utuh. Karena alasan tertentu, mereka tetap tidak mampu lepas dari memantau dan mencermati data-data ekonomi dan sangat berhati-hati menyikapinya.

Mereka memilih untuk menkonfirmasi analisa fundamental dan teknikal dengan harapan bisa mendapatkan petunjuk yang lebih jelas ke mana arah pasar selanjutnya.

Tidak ada salahnya menjadi teknikalis sejati. Itu adalah kelebihan tersendiri. Namun, bagi Anda yang tak terlalu yakin, tak ada salahnya untuk memadukan analisa fundamental dengan analisa teknikal.

Disatu sisi anda fokus pada analisa grafik/chart pergerakan harga, namun disisi lain anda juga memantau berita/news penting yang rilis berkala. Boleh juga dibalik anda dahulukan analisa fundamental terlebih dahulu, baru kemudian menganalisa grafik forex. Silakan disesuaikan dengan gaya dan karakter anda sendiri.

Nah, kali ini tanpa bermaksud untuk menolak konsep diatas, kita akan membahas cara analisa kombinasi fundamental dan teknikal sebagai salah satu alternatif trik melakukan analisa sebelum mengambil keputusan dalam membuka dan menutup posisi.

1. Amati Dulu Faktor-Faktor Teknikal

Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah tentu saja melihat trend harga terkini. Apakah harga bergerak dalam up trend/bulish? down trend/bearish? atau flat trend/sideway?

Apakah garis level support dan resisten masih aman atau akan terlewati, Apakah trend masih akan berlangsung dalam hitungan menit, jam atau malah akan segera berbalik arah?

Hal-hal itu perlu kita jawab dengan menganalisa grafik terlebih dahulu. Anda bisa juga melihat artikel analisa teknikal dasar dan analisa teknikal lanjutan untuk mengingat kembali materi trading sebelumnya.

Kita tahu bahwa posisi teraman dalam trading adalah posisi/transaksi yang searah dengan pasar. Maka jika kita melihat pasar sedang bergerak dalam keadaan – misalnya – uptrend, maka sebaiknya kita bersiap mengambil posisi buy, demikian sebaliknya.

Prinsipnya adalah ambil keputusan searah dengan trend, jangan melawannya, kecuali anda punya dasar analisa yang berbeda. Rides the waves, dont against it.

2. Amati Faktor Fundamental

Langkah selanjutnya dalam melakukan teknik analisa kombinasi adalah memperhatikan data-data ekonomi penting atau yang biasa disebut dengan big figures yang memiliki dampak besar/high impact.

Data-data/berita itu dapat anda peroleh di berbagai situs forex news yang valid, akurat dan terpercaya. Contoh anda bisa konfirmasi berita yang muncul di dua situs besar berikut yaitu : forexfactory.com dan dailyfx.com.

Jika Anda melihat ada data ekonomi yang diperkirakan akan memperkuat mata uang tertentu, cocokkanlah dengan tinjauan teknikalnya: apakah mata uang tersebut pun berada dalam trend penguatan? Jika ya, maka Anda bisa bersiap untuk membeli mata uang tersebut ketika rilis data ekonomi tersebut memang positif sesuai perkiraan.

Bila tidak atau hasil analisa teknikal dan fundamental ternyata berlawanan maka untuk amannya sebaiknya anda tunggu saja sampai hasil analisa searah.

Atau bila berita yang rilis memang berkategori high impact, maka jelas analisa fundamental akan pegang kendali, tunggulah sampai chart grafik benar-benar terkonfirmasi berbalik arah, baru kemudian anda ambil keputusan SELL/BUY sesuai trend yang terjadi.

Sekali lagi pastikan bahwa data yang anda peroleh valid, akurat dan terkonfirmasi.

Contoh: Berdasar jadwal data Retail Sales dari Euro akan segera dirilis. Diperkirakan data tersebut akan turun (negatif bagi EUR). Secara teknikal, EUR/USD juga berada dalam Down Trend/Bearish. Maka ketika data Retail Sales tersebut dirilis sesuai dengan perkiraan (naik), Anda lekas ambil posisi sell EUR/USD.

3. Kenali Sinyal Bahaya

Kemudian step lanjut dari teknik analisa kombinasi berikut ini. Tidak semua analisa berakhir dengan happy ending.

Ada kalanya pasar justru tidak merespon data yang dirilis, atau bahkan responnya justru berkebalikan dengan teorinya (harusnya mata uang menguat namun justru melemah).

Nah, pada keadaan seperti itu Anda harus jeli melihat tanda-tanda melalui analisa teknikal: kapan harus keluar?

Prinsipnya sebenarnya sederhana. Dalam analisa teknikal Anda akan bisa mengenali level-level support dan resistance.

Jika Anda mengambil posisi buy, maka waspadalah jika support tembus. Sebaliknya, jika Anda mengambil posisi sell, hati-hati jika ternyata kemudian resistance tembus. Pada saat seperti itulah Anda sebaiknya berpikir untuk menutup posisi Anda demi menghindari resiko kerugian yang makin besar.

Analisa secermat apapun tidak akan mampu menghilangkan resiko, selalu ada peluang untuk kalah/lose meskipun hanya 1%.

Untuk itu jangan sampai kepercayaan diri anda menihilkan kewaspadaan. Ingat, kita tidak mampu mendikte market, yang kita lakukan hanya mengambil manfaat dari trend yang berlangsung.

Prinsip kita minimalkan resiko, baru mengambil profit.

4. Money Management dan Risk Management

karena hal ini adalah kunci sukses anda bertrading. (saran kami Risk adalah 3% atau paling max 5%) TP dan SL haruslah seimbang atau TP lebih besar dari SL itu lebih baik. Dan TP/SL sebaiknya diatas 30 pips sampai 100 pips, atau kalau di broker yang bersistem 5 digit maka TP dan SL nya adalah diatas 300 sampai 1000 pips (risk rewardnya harus sebanding).

Jangan open posisi trading tanpa SL atau bermain tahan menahan floating, karena beresiko sekali, apalagi untuk anda yang masih pemula/awam.

Ingatlah selalu bahwa kesempatan peluang di hari berikutnya masih banyak. Jangan terbawa emosi, jangan tergesa-gesa, dahulukan pikiran sehat dan nalar/logika yang jernih sebelum mengambil keputusan.

Nah sobat trader indonesia, itulah empat langkah dalam melakukan teknik kombinasi analisa teknikal dan fundamental dalam trading forex.

Memang tidak mudah untuk menguasainya, tapi juga bukan berarti mustahil. Teruslah berlatih dan mencoba baik di akun demo maupun di akun real. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya. Sukses selalu untuk anda trader indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *