Cara Trading Forex Dan Aturannya

Sebelum terjun ke dunia forex, sebaiknya anda memahami cara trading forex beserta aturan dan sistem kerjanya terlebih dahulu.

Bisnis trading forex adalah bisnis besar yang mendunia, dengan kapitalisasi transaksi trilyunan dollar setiap harinya, menjadikan forex trading adalah pasar keuangan terbesar di dunia.

Sirkulasi uang yang sangat besar itu tentu menggiurkan banyak orang untuk masuk dan mencoba keberuntungannya. Sayangnya, pasar forex tidak hanya menjanjikan kesempatan emas nan berkilau bagi setiap orang, tapi juga adanya peluang resiko dan kerugian.

Karena itu penting bagi kita untuk menguasai ilmu dan pengetahuan dalam cara trading forex dan mengetahui aturan sistem bisnisnya.

Adanya peluang rugi/bangkrut itu lumrah adanya, dimanapun di dunia ini namanya kesempatan pasti diiringi oleh halangan, kesuksesan juga didampingi oleh kegagalan.

Begitu juga dalam dunia bisnis dalam bidang dan komoditas apapun itu, setiap peluang keuntungan dan laba, pasti diiringi oleh adanya ancaman kerugian dan bangkrut.

Tinggal bagaimana kita menyiasati dan mengaturnya. Dengan bekal ilmu, ketrampilan, pengalaman dan nyali, saya yakin setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam merengkuh kesuksesan.

Cara Trading Forex Dan Aturan Dasarnya

Pada dasarnya bermain forex adalah memprediksi suatu pair/pasangan mata uang, bahwa nanti nilainya akan naik atau turun. Memprediksi tentu berbeda dengan meramal apalagi menebak. Memprediksi artinya kita harus memiliki dasar analisa dan logika yang kuat mengenai pergerakan harga kedepannya sebelum memutuskan membuka posisi.

Artinya keputusan yang diambil bukan dari tebak-tebakan seperti judi, tetapi memiliki landasan/pondasi alasan yang kuat dan logis. Keyakinan dari prediksi itu kita wujudkan dalam membuka posisi trading (open position).

Dalam forex hanya ada 2 jenis open posisi. Yaitu:

  1. BELI/BUY/LONG: Memprediksikan nilai pair/pasangan mata uang akan NAIK
  2. JUAL/SELL/SHORT: Memprediksikan nilai pair/pasangan mata uang akan TURUN

Agar lebih jelasnya silakan anda perhatikan ilustrasi di bawah ini :

Dedi masuk di posisi BUY (BELI) USD/JPY di level 1.2000, setelah waktu tertentu Dedi CLOSE di level 1.2050 maka Dedi mendapatkan keuntungan 50 pip. Sebaliknya, Jika Abraham CLOSE di level 1.1950 maka Dedi mengalami kerugian 50 pip.

Ujang masuk di posisi SELL (JUAL) EUR/NZD di level 1.700, setelah waktu tertentu Ujang CLOSE di level 1.600 maka Ujang mendapatkan keuntungan 100 pip.

Catatan:

  • Close artinya adalah menutup trading yang sedang berjalan atau open.
  • Pip adalah satuan terkecil dalam forex.

Kesimpulannya :

  • Persyaratan/infrastruktur dalam trading forex online adalah sangat mudah dan murah.
  • Dasar aturan/cara trading forex adalah sangat sederhana :
    • Beli jika memprediksi akan naik, dan Jual jika memprediksi akan turun.
    • Dan jika prediksi benar maka akan memperoleh keuntungan, jika tidak sebaliknya.
  • Infrastruktur, cara, dan aturan untuk bisa trading forex adalah mudah, cuman bagaimana cara trading yg benar agar bisa menjadi pemenang/profit, itu yg susah. Dibutuhkan pengalaman, pengetahuan, dan skill yang mencukupi untuk bisa survive di bisnis ini.

Analisa sederhana dalam memprediksi pergerakan harga di market forex bisa dilihat dari grafik/chart di MT4/MT5. Ada tiga tipe bentuk gerakan grafik pair/mata uang yaitu :

  1. Bullish = Pergerakan harga naik/trend menaik
  2. Bearish = Pergerakan harga turun/trend menurun
  3. Sideaway = Pergerakan harga naik-turun/trend mendatar

Bullish diambil dari kata Bull (banteng) yang menyimbolkan pembeli. Yaitu saat pasar sedang mengalami kenaikan, berarti bull (banteng) atau pembeli sedang memainkan peranan dan banyak beraktifitas. Saat Bull (banteng)/pembeli sedang menguasai pasar maka saat itulah disebut sebagai bullish market.

Bearish diambil dari kata Bear yang berarti beruang, yaitu saat pasar sedang mengalami penurunan, berarti bear (beruang) sedang memegang kendali pasar, nah saat itula market dikatakan bearish.

Sideways adalah kondisi dimana market sedang datar, dimana terdapat keraguan dalam pasar. Bull (pembeli) dan bear (penjual) sama-sama kuat sehingga mengakibatkan harga datar.

Banteng adalah pembeli, kebalikannya Bear (beruang) adalah penjual, saat jumlah pembeli lebih banyak dari penjual. dapat pula disimpulkan saat itu disebut Bullish market.

Dalam istilah forex pasar bullish sering pula disebut dengan Uptrend Market. Dimana currency dasar mengalami kenaikan nilai, sedangkan currency pasangannya mengalami penurunan nilai, seadangkan bearish market sering juga disebut sebagai downtrend, dimana penjual sedang mengendalikan pasar.

Sedikitnya ada lima fase yang terdapat pada pembentukan sebuah trend. Fase tersebut antara lain: reversal, fase awal, fase (pertengahan) trend, fase akhir, dan diakhiri dengan reversal lagi.

Dari kelima fase tadi, fase awal menjadi fase yang paling berharga untuk dimanfaatkan. Fase ini memberikan Anda kesempatan untuk masuk ke dalam situasi pasar pada saat yang tepat.

Artinya, perbandingan/ratio loss and profit yang Anda miliki saat masuk pada fase ini sangat bersahabat, batasan stop loss minimalis dan profit target bisa Anda tentukan dengan ratio yang lebih besar daripada stop loss. Inilah yang perlu anda perhatikan dalam cara trading forex.

Bayangkan saja berapa besar probabiliti profit yang kita miliki jika kita masuk pada fase awal ini sedangkan yang kita tahu, sebuah trend paling singkat bisa berlangsung selama dua minggu.

Bandingkan trader yang masuk pada fase awal dengan yang masuk pada fase pertengahan.

Disaat trader yang masuk di pertengahan tengah berharap profit, trader yang lebih dulu masuk pada fase awal sudah bisa merasakan hasilnya disaat yang sama.

Namun, bukan berarti terdapat larangan untuk masuk pada fase pertengahan ataupun fase lainnya, hanya saja alangkah lebih menguntungkannya jika Anda bisa masuk lebih awal ke dalam pasar agar bisa merasakan profit yang bukan sekadar profit melainkan profit yang optimal.

Untuk bisa memanfaatkan fase ini dibutuhkan pemahaman akan ciri-ciri dari setiap fase tersebut. Ya, trend memiliki ciri-ciri berupa fase, fase pun memiliki ciri-cirinya sendiri.

Menentukan ciri fase sama halnya dengan mempelajari pola pada grafik. Setiap fase yang membentuk sebuah trend pada dasarnya adalah kumpulan dari setiap pola yang terbentuk yang kita kenal dengan istilah chart pattern.

Ini artinya, trend secara tidak langsung terbentuk oleh adanya pola-pola grafik. Ini berarti pula, Anda harus mempelajari pola-pola yang ada guna membantu Anda dalam melakukan analisis teknikal.

Chart pattern tidak saya satukan pada bahasan trend ini karena saya tidak mau pemahaman Anda tercampur. Meskipun demikian, chart pattern sangat mudah untuk dipelajari dan setiap trader khususnya trader teknikal akan sangat membutuhkan chart pattern dalam pelaksanaan tradingnya.

Kami akan melakukan update lagi pada artikel ini untuk memberikan contoh lebih jelas mengenai cara bermain forex, menghitung pips dan lain sebagainya. Jika anda memiliki saran atau pertanyaan silahkan tuliskan komentar anda dibawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *